KKN Mandiri 2025: Membangun Generasi Islami melalui Mushola dan Masjid

 

KKN Mandiri 2025: Membangun Generasi Islami melalui Mushola dan Masjid

Ainun Mardiah

Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam, UIN Sulthan Thaha Saifuddin Jambi

E-mail: ainunbungo90@gmail.com

Pengabdian masyarakat bukan sekadar kewajiban akademik, tetapi sebuah perjalanan yang membekas dalam kehidupan mahasiswa(Oktasari Putri & Dwi Antari, 2025). Setiap program Kuliah Kerja Nyata (KKN) memiliki cerita unik, menggambarkan bagaimana mahasiswa berusaha menghadirkan perubahan positif di tengah masyarakat(Eka Putra et al., 2023). Begitu pula dengan KKN Mandiri 2025 yang dilaksanakan di Dusun Kemang oleh Ainun Mardiah, mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam, UIN Sulthan Thaha Saifuddin Jambi.

Selama lebih dari satu bulan, berbagai kegiatan dilakukan dengan fokus pada pendidikan agama, terutama melalui mushola dan masjid. Aktivitas seperti mengajar ngaji, membimbing praktik wudhu dan tayamum, membantu anak-anak mengerjakan PR, hingga ikut dalam kegiatan yasinan ibu-ibu menjadi rangkaian nyata yang menegaskan pentingnya peran mahasiswa dalam membangun generasi Islami. Artikel ini mencoba merefleksikan perjalanan KKN tersebut, bukan hanya sebagai laporan kegiatan, tetapi juga sebagai cerita inspiratif tentang pengabdian, kebersamaan, dan keberlanjutan nilai-nilai Islam di tengah masyarakat.

Mushola dan Masjid: Pusat Pendidikan Masyarakat

Di Dusun Kemang, mushola dan masjid tidak hanya difungsikan sebagai tempat ibadah, tetapi juga sebagai ruang belajar dan pembinaan karakter. Anak-anak datang setiap sore untuk belajar membaca Al-Qur’an, memahami tata cara ibadah, dan berlatih doa sehari-hari(Nafisah Durrotun et al., 2023).

Gambar 1: Mengajar Mengaji di Mushola dan Masjid

Melalui kegiatan mengajar ngaji di mushola dan masjid, mahasiswa KKN tidak sekadar mengulang pelajaran keagamaan, tetapi juga menanamkan kedisiplinan, kesabaran, serta cinta terhadap Al-Qur’an. Interaksi hangat dengan anak-anak membuat suasana belajar terasa menyenangkan, sehingga nilai agama tidak lagi terasa berat, melainkan menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari.

Bagi masyarakat pedesaan, terutama anak-anak, kehadiran mahasiswa menjadi penyemangat baru. Mereka merasa diperhatikan, dibimbing, dan diberi ruang untuk berkembang. Dengan cara sederhana seperti mengajari bacaan iqra, memperbaiki makhraj huruf, atau mendampingi hafalan surat pendek, mahasiswa telah berkontribusi membangun fondasi iman bagi generasi muda.

Menghidupkan Praktik Ibadah Sehari-hari

Selain mengaji, mahasiswa juga mengajarkan praktik dasar ibadah seperti wudhu dan tayamum. Meski terlihat sederhana, materi ini sangat penting bagi anak-anak yang baru belajar menjalankan kewajiban shalat. Banyak di antara mereka yang sebelumnya belum benar-benar memahami tata cara yang sahih.

Dengan metode demonstrasi dan praktik langsung, anak-anak dapat lebih mudah memahami. Mereka tidak hanya diberi teori, tetapi diajak mempraktikkan langkah demi langkah, dari niat hingga doa setelah wudhu(Muhammad Abdi Alaika & Hartono Heki, 2024). Pengalaman langsung seperti ini membuat mereka lebih percaya diri dalam menjalankan ibadah.

Gambar 2: Mengajar praktik wudhu & tayamum

Kegiatan kecil seperti ini menunjukkan bahwa pengabdian tidak harus dalam bentuk program besar. Justru hal-hal sederhana yang menyentuh kebutuhan sehari-hari masyarakat sering kali memberi dampak paling nyata.

Membimbing Anak-anak di Luar Ibadah

Kehadiran mahasiswa di Dusun Kemang tidak terbatas pada urusan agama. Membimbing anak-anak mengerjakan pekerjaan rumah (PR) sekolah juga menjadi bagian dari aktivitas KKN. Hal ini penting karena tidak semua orang tua mampu mendampingi anak belajar di rumah, terutama di desa yang masih terbatas akses pendidikan tambahannya.

Gambar 3: Membimbing anak-anak mengerjakan tugas pekerjaan rumah (PR)

Dengan sabar, mahasiswa membantu mereka mengerjakan soal matematika, membaca teks bahasa Indonesia, hingga memahami pelajaran dasar lainnya. Kegiatan ini menegaskan bahwa pendidikan umum dan pendidikan agama harus berjalan beriringan. Seorang anak yang cerdas secara akademik sekaligus berakhlak mulia adalah cita-cita yang ingin diwujudkan.

Merajut Kebersamaan Melalui Yasinan

Salah satu pengalaman yang berkesan dalam KKN ini adalah ikut kegiatan yasinan bersama ibu-ibu. Dalam kegiatan tersebut, mahasiswa tidak hanya hadir sebagai tamu, tetapi ikut aktif menjadi pembaca ayat suci Al-Qur’an(Mukaromah et al., 2025). Momen ini memperlihatkan bagaimana mahasiswa bisa menjadi bagian dari masyarakat, bukan sekadar pengajar bagi anak-anak.

Gambar 4: Mengikuti kegiatan yasinan ibu-ibu dan petugas sebagai pembacaan ayat suci Al-Qur’an

Keterlibatan dalam yasinan juga memberi ruang untuk membangun kedekatan dengan warga, khususnya kaum ibu yang memiliki peran penting dalam pendidikan keluarga(Ramadani Nur Rika & Hakim Luqman M, 2022). Dari kegiatan ini, mahasiswa belajar bahwa keberhasilan pengabdian tidak hanya diukur dari banyaknya kegiatan, tetapi juga dari seberapa besar keakraban yang terjalin dengan masyarakat.

Tantangan dan Pembelajaran

Tentu saja, perjalanan KKN Mandiri tidak selalu mudah. Mengajar anak-anak dengan berbagai karakter membutuhkan kesabaran ekstra. Ada yang cepat menangkap pelajaran, ada pula yang sulit fokus. Belum lagi jadwal kegiatan yang padat, menuntut manajemen waktu yang baik antara persiapan mengajar, berinteraksi dengan warga, hingga menulis laporan kegiatan.

Namun, dari setiap tantangan selalu ada pembelajaran. Mahasiswa belajar untuk lebih kreatif dalam menyampaikan materi, lebih sabar menghadapi perbedaan, dan lebih disiplin dalam mengatur waktu. Semua pengalaman ini menjadi bekal berharga, bukan hanya untuk dunia akademik, tetapi juga untuk kehidupan setelah lulus.

Jejak Pengabdian untuk Masa Depan

Apa yang dilakukan dalam waktu singkat selama KKN memang tidak akan langsung mengubah kondisi masyarakat secara drastis. Namun, jejak pengabdian yang ditinggalkan dapat menjadi inspirasi dan motivasi bagi anak-anak maupun warga(Mustofa, 2021).

Anak-anak yang terbiasa belajar ngaji di mushola dan masjid diharapkan dapat terus melanjutkan kebiasaan baik itu meski mahasiswa sudah kembali ke kampus. Begitu pula dengan keterlibatan dalam kegiatan yasinan, diharapkan bisa memperkuat tradisi keagamaan yang ada di Dusun Kemang.

Lebih jauh, kegiatan KKN ini juga menjadi jembatan antara dunia akademik dan masyarakat. Mahasiswa membawa semangat keilmuan ke desa, sekaligus pulang membawa kearifan lokal yang tidak bisa dipelajari di ruang kelas.

Penutup

KKN Mandiri 2025 di Dusun Kemang adalah bukti nyata bahwa pengabdian sederhana dapat memberi makna besar. Melalui mushola dan masjid, mahasiswa bukan hanya mengajar, tetapi juga membangun karakter generasi muda agar tumbuh sebagai insan yang Islami. Dari kegiatan mengaji, praktik wudhu, hingga yasinan, semuanya berpadu menjadi pengalaman yang sarat nilai kebersamaan, kesabaran, dan keikhlasan.

Bagi Ainun Mardiah dan mahasiswa lain yang menjalani KKN, pengalaman ini akan selalu dikenang sebagai salah satu momen terpenting dalam perjalanan akademik dan kehidupan. Sedangkan bagi masyarakat Dusun Kemang, KKN ini menjadi pengingat bahwa pendidikan agama dan kebersamaan adalah kunci dalam membentuk generasi Islami yang tangguh di masa depan.

Referensi

Eka Putra, Soni, S., Hul Hasanah, S., Rinaldi, R., & Ramadhanti, N. (2023). Optimalisasi Peran Pendidikan Mahasiswa KKN Kelompok 55 Universitas Muhammadiyah Riau Dalam Membangun Generasi Masa Depan. Jurnal Pengabdian UntukMu NegeRI, 7(2), 226–233. https://doi.org/10.37859/jpumri.v7i2.6035

Muhammad Abdi Alaika, & Hartono Heki. (2024). LIVING HADIS: TRADISI AQIQAH  DI KAMPUNG SANGKAL KABUPATEN BANTUL DALAM PENDEKATAN TEORI SOSIOLOGI PENGETAHUAN PETER L. BERGER. An-Nur: Jurnal Studi Islam, 16, 1–22.

Mukaromah, M., Pangestu, R. T., Nizar, M., Sandi, M., & Muhammad, A. (2025). Internalisasi Nilai-nilai Keagamaan dalam Meningkatkan Interaksi Sosial Masyarakat di Desa Bondrang Sawoo Ponorogo. Jurnal Pemikiran Islam Dan Dinamika Sosial, 1(1), 21–34. https://doi.org/10.XXXXX/XXXXXX

Mustofa, A. (2021). Dzikir sebagai Metode Terapi pada Korban Penyalahgunaan Narkotika di Majelis Alim Lam Mim Gejlig Kajen Pekalongan. Journal of Sufism and Psychotherapy, 1(1), 2797–779. https://doi.org/10.28918/journalofsufismandpsychotherapy.v1i1.138

Nafisah Durrotun, Muchimah, & Umar Toha Moh. (2023). KETAHANAN KELUARGA DI DESA KARANGSALAM KECAMATAN KEDUNGBANTENG KABUPATEN BANYUMAS BERBASIS KEARIFAN LOKAL DAN SPIRITUAL. JCI  Jurnal Cakrawala Ilmiah`, 2(11), 4469–4489.

Oktasari Putri, P., & Dwi Antari, E. (2025). BERSINERGI UNTUK DESA: MAHASISWA KKN UNIVERSITAS COKROAMINOTO YOGYAKARTA DAN MASYARAKAT PADUKUHAN SINGOSAREN. GEMI JUNAL PENELITIAN DAN PENGABDIAN, 04(02), 95–110.

Ramadani Nur Rika, & Hakim Luqman M. (2022). PENGUATAN KEGIATAN AGAMA DAN SOSIAL PADA KKN MANDIRI DI MASA PANDEMI. BHAKTI:  Jurnal Pengabdian Dan Pemberdayaan Masyarakat, 1(2), 79–85.

 

 


 


Lampiran

LAPORAN KEGIATAAN KKN MANDIRI TAHUN 2025

Nama                           : Ainun Mardiah

Nim                             : 501220269

Jurusan/Fakultas          : Ekonomi Syariah / Ekonomi dan Bisnis Islam

Lokasi                         : Dusun Kemang

DPL                            : Mukhsin Mucthar

No

Hari, Tanggal

Nama Kegiatan

 

Sasaran Kegiatan

Volume Kegiatan

Ket

Bukti

 

 

 

1.

 

 

 

Minggu, 06 Juli 2025

 

 

Mengajar ngaji di mushola

 

 

 

 

Anak-anak

 

 

 

2 kali dalam 1 minggu

 

 

 

Mandiri

 

 

 

 

2.

 

 

Selasa, 08 Juli 2025

 

 

Mengajar praktik wudhu & tayamum

 

 

 

Anak-anak

 

 

1 kali

 

 

Mandiri

 

 

 

 

3.

 

 

 

Rabu, 09 Juli 2025

 

 

Mengajar ngaji di masjid

 

 

 

Anak-anak

 

 

2 kali dalam 1 minggu

 

 

 

Mandiri

 

 

 

 

 

4.

 

 

 

Minggu, 13 Juli 2025

 

 

 

Mengajar ngaji di mushola

 

 

 

Anak-anak

 

 

 

2 kali dalam 1 minggu

 

 

 

 

Mandiri

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

5.

 

 

Senin, 14, Juli 2025

 

 

Mengajar ngaji di mushola

 

 

 

Anak-anak

 

 

2 kali dalam 1 minggu

 

 

 

Mandiri

 

 

 

 

 

 

 

 

6.

 

 

 

Selasa, 15 Juli 2025

 

 

 

Mengajar ngaji di masjid

 

 

 

Anak-anak

 

 

2 kali dalam 1 minggu

        

 

 

Mandiri

 

 

 

 

 

7.

 

 

 

Rabu, 16 Juli 2025

 

 

 

Mengajar ngaji di masjid

 

 

 

Anak-anak

 

 

2 kali dalam 1 minggu

 

 

 

Mandiri

 

 

 

 

 

8.

 

 

 

Rabu, 23 Juli 2025

 

 

 

Membimbing anak-anak mengerjakan tugas pekerjaan rumah (PR)

 

 

 

 

 

Anak-anak

 

 

 

1 kali

 

 

 

Mandiri

 

 

 

 

 

 

 

 

9.

 

 

 

 

 

Jum’at, 25 Juli

2025

 

 

Mengikuti kegiatan yasinan ibu-ibu dan petugas sebagai pembacaan ayat suci Al-Qur’an

 

 

 

Anggota yasinan tetap dan warga sekitar

 

 

 

 

 

 

1 kali

 

 

 

 

 

 

Mandiri

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

10.

 

 

 

Selasa, 29 Juli 2025

 

 

 

Mengajar ngaji di masjid

 

 

 

Anak-anak

 

 

 

2 kali dalam 1 minggu

 

 

 

Mandiri

 

 

 

 

 

11.

 

 

 

Rabu, 30 Juli 2025

 

 

 

Mengajar ngaji di masjid

 

 

 

Anak-anak

 

 

 

 

2 kali dalam 1 minggu

 

 

 

Mandiri

 

 

 

 

 

12.

 

 

 

Selasa, 05 Agustus 2025

 

 

 

Mengajar ngaji di masjid

 

 

 

Anak-anak

 

 

 

2 kali dalam 1 minggu

 

 

 

Mandiri

 

 

 

 

 

13.

 

 

 

Rabu, 06 Agustus 2025

 

 

 

Mengajar ngaji di masjid

 

 

 

Anak-anak

 

 

 

2 kali dalam 1 minggu

 

 

 

Mandiri

 

 

 

 

Komentar