KKN Mandiri 2025: Membangun Generasi Islami melalui Mushola dan Masjid
KKN
Mandiri 2025: Membangun Generasi Islami melalui Mushola dan Masjid
Ainun
Mardiah
Fakultas
Ekonomi dan Bisnis Islam, UIN Sulthan Thaha Saifuddin Jambi
E-mail: ainunbungo90@gmail.com
Pengabdian
masyarakat bukan sekadar kewajiban akademik, tetapi sebuah perjalanan yang
membekas dalam kehidupan mahasiswa
Selama
lebih dari satu bulan, berbagai kegiatan dilakukan dengan fokus pada pendidikan
agama, terutama melalui mushola dan masjid. Aktivitas seperti mengajar
ngaji, membimbing praktik wudhu dan tayamum, membantu anak-anak mengerjakan PR,
hingga ikut dalam kegiatan yasinan ibu-ibu menjadi rangkaian nyata yang
menegaskan pentingnya peran mahasiswa dalam membangun generasi Islami. Artikel
ini mencoba merefleksikan perjalanan KKN tersebut, bukan hanya sebagai laporan
kegiatan, tetapi juga sebagai cerita inspiratif tentang pengabdian,
kebersamaan, dan keberlanjutan nilai-nilai Islam di tengah masyarakat.
Mushola
dan Masjid: Pusat Pendidikan Masyarakat
Di
Dusun Kemang, mushola dan masjid tidak hanya difungsikan sebagai tempat ibadah,
tetapi juga sebagai ruang belajar dan pembinaan karakter. Anak-anak
datang setiap sore untuk belajar membaca Al-Qur’an, memahami tata cara ibadah,
dan berlatih doa sehari-hari
Gambar
1: Mengajar
Mengaji di Mushola dan Masjid
Melalui
kegiatan mengajar ngaji di mushola dan masjid, mahasiswa KKN tidak
sekadar mengulang pelajaran keagamaan, tetapi juga menanamkan kedisiplinan,
kesabaran, serta cinta terhadap Al-Qur’an. Interaksi hangat dengan anak-anak
membuat suasana belajar terasa menyenangkan, sehingga nilai agama tidak lagi terasa
berat, melainkan menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari.
Bagi
masyarakat pedesaan, terutama anak-anak, kehadiran mahasiswa menjadi
penyemangat baru. Mereka merasa diperhatikan, dibimbing, dan diberi ruang untuk
berkembang. Dengan cara sederhana seperti mengajari bacaan iqra, memperbaiki
makhraj huruf, atau mendampingi hafalan surat pendek, mahasiswa telah
berkontribusi membangun fondasi iman bagi generasi muda.
Menghidupkan
Praktik Ibadah Sehari-hari
Selain
mengaji, mahasiswa juga mengajarkan praktik dasar ibadah seperti wudhu dan
tayamum. Meski terlihat sederhana, materi ini sangat penting bagi anak-anak
yang baru belajar menjalankan kewajiban shalat. Banyak di antara mereka yang
sebelumnya belum benar-benar memahami tata cara yang sahih.
Dengan
metode demonstrasi dan praktik langsung, anak-anak dapat lebih mudah memahami.
Mereka tidak hanya diberi teori, tetapi diajak mempraktikkan langkah demi
langkah, dari niat hingga doa setelah wudhu
Gambar
2: Mengajar praktik
wudhu & tayamum
Kegiatan
kecil seperti ini menunjukkan bahwa pengabdian tidak harus dalam bentuk program
besar. Justru hal-hal sederhana yang menyentuh kebutuhan sehari-hari masyarakat
sering kali memberi dampak paling nyata.
Membimbing
Anak-anak di Luar Ibadah
Kehadiran
mahasiswa di Dusun Kemang tidak terbatas pada urusan agama. Membimbing
anak-anak mengerjakan pekerjaan rumah (PR) sekolah juga menjadi bagian dari
aktivitas KKN. Hal ini penting karena tidak semua orang tua mampu mendampingi
anak belajar di rumah, terutama di desa yang masih terbatas akses pendidikan
tambahannya.
Gambar
3: Membimbing
anak-anak mengerjakan tugas pekerjaan rumah (PR)
Dengan
sabar, mahasiswa membantu mereka mengerjakan soal matematika, membaca teks
bahasa Indonesia, hingga memahami pelajaran dasar lainnya. Kegiatan ini
menegaskan bahwa pendidikan umum dan pendidikan agama harus berjalan
beriringan. Seorang anak yang cerdas secara akademik sekaligus berakhlak mulia
adalah cita-cita yang ingin diwujudkan.
Merajut
Kebersamaan Melalui Yasinan
Salah
satu pengalaman yang berkesan dalam KKN ini adalah ikut kegiatan yasinan
bersama ibu-ibu. Dalam kegiatan tersebut, mahasiswa tidak hanya hadir
sebagai tamu, tetapi ikut aktif menjadi pembaca ayat suci Al-Qur’an
Gambar
4: Mengikuti kegiatan
yasinan ibu-ibu dan petugas sebagai pembacaan ayat suci Al-Qur’an
Keterlibatan
dalam yasinan juga memberi ruang untuk membangun kedekatan dengan warga,
khususnya kaum ibu yang memiliki peran penting dalam pendidikan keluarga
Tantangan
dan Pembelajaran
Tentu
saja, perjalanan KKN Mandiri tidak selalu mudah. Mengajar anak-anak dengan
berbagai karakter membutuhkan kesabaran ekstra. Ada yang cepat menangkap
pelajaran, ada pula yang sulit fokus. Belum lagi jadwal kegiatan yang padat,
menuntut manajemen waktu yang baik antara persiapan mengajar, berinteraksi
dengan warga, hingga menulis laporan kegiatan.
Namun,
dari setiap tantangan selalu ada pembelajaran. Mahasiswa belajar untuk lebih
kreatif dalam menyampaikan materi, lebih sabar menghadapi perbedaan, dan lebih
disiplin dalam mengatur waktu. Semua pengalaman ini menjadi bekal berharga,
bukan hanya untuk dunia akademik, tetapi juga untuk kehidupan setelah lulus.
Jejak
Pengabdian untuk Masa Depan
Apa
yang dilakukan dalam waktu singkat selama KKN memang tidak akan langsung
mengubah kondisi masyarakat secara drastis. Namun, jejak pengabdian yang
ditinggalkan dapat menjadi inspirasi dan motivasi bagi anak-anak maupun warga
Anak-anak
yang terbiasa belajar ngaji di mushola dan masjid diharapkan dapat terus
melanjutkan kebiasaan baik itu meski mahasiswa sudah kembali ke kampus. Begitu
pula dengan keterlibatan dalam kegiatan yasinan, diharapkan bisa memperkuat
tradisi keagamaan yang ada di Dusun Kemang.
Lebih
jauh, kegiatan KKN ini juga menjadi jembatan antara dunia akademik dan
masyarakat. Mahasiswa membawa semangat keilmuan ke desa, sekaligus pulang
membawa kearifan lokal yang tidak bisa dipelajari di ruang kelas.
Penutup
KKN
Mandiri 2025 di Dusun Kemang adalah bukti nyata bahwa pengabdian sederhana
dapat memberi makna besar. Melalui mushola dan masjid, mahasiswa bukan
hanya mengajar, tetapi juga membangun karakter generasi muda agar tumbuh
sebagai insan yang Islami. Dari kegiatan mengaji, praktik wudhu, hingga
yasinan, semuanya berpadu menjadi pengalaman yang sarat nilai kebersamaan,
kesabaran, dan keikhlasan.
Bagi
Ainun Mardiah dan mahasiswa lain yang menjalani KKN, pengalaman ini akan selalu
dikenang sebagai salah satu momen terpenting dalam perjalanan akademik dan
kehidupan. Sedangkan bagi masyarakat Dusun Kemang, KKN ini menjadi pengingat
bahwa pendidikan agama dan kebersamaan adalah kunci dalam membentuk generasi
Islami yang tangguh di masa depan.
Referensi
Eka Putra, Soni, S.,
Hul Hasanah, S., Rinaldi, R., & Ramadhanti, N. (2023). Optimalisasi Peran
Pendidikan Mahasiswa KKN Kelompok 55 Universitas Muhammadiyah Riau Dalam
Membangun Generasi Masa Depan. Jurnal Pengabdian UntukMu NegeRI, 7(2),
226–233. https://doi.org/10.37859/jpumri.v7i2.6035
Muhammad Abdi Alaika,
& Hartono Heki. (2024). LIVING HADIS: TRADISI AQIQAH DI KAMPUNG
SANGKAL KABUPATEN BANTUL DALAM PENDEKATAN TEORI SOSIOLOGI PENGETAHUAN PETER L.
BERGER. An-Nur: Jurnal Studi Islam, 16, 1–22.
Mukaromah, M.,
Pangestu, R. T., Nizar, M., Sandi, M., & Muhammad, A. (2025).
Internalisasi Nilai-nilai Keagamaan dalam Meningkatkan Interaksi Sosial
Masyarakat di Desa Bondrang Sawoo Ponorogo. Jurnal Pemikiran Islam Dan
Dinamika Sosial, 1(1), 21–34. https://doi.org/10.XXXXX/XXXXXX
Mustofa, A. (2021).
Dzikir sebagai Metode Terapi pada Korban Penyalahgunaan Narkotika di Majelis
Alim Lam Mim Gejlig Kajen Pekalongan. Journal of Sufism and Psychotherapy,
1(1), 2797–779.
https://doi.org/10.28918/journalofsufismandpsychotherapy.v1i1.138
Nafisah Durrotun,
Muchimah, & Umar Toha Moh. (2023). KETAHANAN KELUARGA DI DESA KARANGSALAM
KECAMATAN KEDUNGBANTENG KABUPATEN BANYUMAS BERBASIS KEARIFAN LOKAL DAN
SPIRITUAL. JCI Jurnal Cakrawala Ilmiah`, 2(11), 4469–4489.
Oktasari Putri, P.,
& Dwi Antari, E. (2025). BERSINERGI UNTUK DESA: MAHASISWA KKN UNIVERSITAS
COKROAMINOTO YOGYAKARTA DAN MASYARAKAT PADUKUHAN SINGOSAREN. GEMI JUNAL
PENELITIAN DAN PENGABDIAN, 04(02), 95–110.
Ramadani Nur Rika,
& Hakim Luqman M. (2022). PENGUATAN KEGIATAN AGAMA DAN SOSIAL PADA KKN
MANDIRI DI MASA PANDEMI. BHAKTI: Jurnal Pengabdian Dan Pemberdayaan
Masyarakat, 1(2), 79–85.
Lampiran
LAPORAN KEGIATAAN KKN MANDIRI TAHUN 2025
Nama : Ainun Mardiah
Nim : 501220269
Jurusan/Fakultas : Ekonomi Syariah / Ekonomi dan Bisnis
Islam
Lokasi : Dusun Kemang
DPL : Mukhsin Mucthar
|
No |
Hari,
Tanggal |
Nama Kegiatan |
Sasaran Kegiatan |
Volume Kegiatan |
Ket |
Bukti |
|
1. |
Minggu, 06 Juli 2025 |
Mengajar ngaji di mushola |
Anak-anak |
2 kali dalam 1 minggu |
Mandiri |
|
|
2. |
Selasa, 08 Juli 2025 |
Mengajar praktik wudhu & tayamum |
Anak-anak |
1 kali |
Mandiri |
|
|
3. |
Rabu, 09 Juli 2025 |
Mengajar ngaji di masjid |
Anak-anak |
2 kali dalam 1 minggu |
Mandiri |
|
|
4. |
Minggu, 13 Juli 2025 |
Mengajar ngaji di mushola |
Anak-anak |
2 kali dalam 1 minggu |
Mandiri |
|
|
5. |
Senin, 14, Juli 2025 |
Mengajar ngaji di mushola |
Anak-anak |
2 kali dalam
1 minggu |
Mandiri |
|
|
6. |
Selasa, 15 Juli 2025 |
Mengajar ngaji di masjid |
Anak-anak |
2 kali dalam 1 minggu |
Mandiri |
|
|
7. |
Rabu, 16 Juli 2025 |
Mengajar ngaji di masjid |
Anak-anak |
2 kali dalam 1 minggu |
Mandiri |
|
|
8. |
Rabu, 23 Juli 2025 |
Membimbing anak-anak mengerjakan tugas pekerjaan rumah (PR) |
Anak-anak |
1 kali |
Mandiri |
|
|
9. |
Jum’at, 25 Juli 2025 |
Mengikuti kegiatan yasinan ibu-ibu dan petugas sebagai pembacaan ayat
suci Al-Qur’an |
Anggota yasinan tetap dan warga sekitar |
1 kali |
Mandiri |
|
|
10. |
Selasa, 29 Juli 2025 |
Mengajar ngaji di masjid |
Anak-anak |
2 kali dalam 1 minggu |
Mandiri |
|
|
11. |
Rabu, 30 Juli 2025 |
Mengajar ngaji di masjid |
Anak-anak |
2 kali dalam 1 minggu |
Mandiri |
|
|
12. |
Selasa, 05 Agustus 2025 |
Mengajar ngaji di masjid |
Anak-anak |
2 kali dalam 1 minggu |
Mandiri |
|
|
13. |
Rabu, 06 Agustus 2025 |
Mengajar ngaji di masjid |
Anak-anak |
2 kali dalam 1 minggu |
Mandiri |
|
Komentar
Posting Komentar